Search



Kalendar

Detikshop\'s Highlight

PRODUCT

TICKET BOX

Review

Selasa, 08/09/2009 12:06

Air Supply Tour 2009

gb Air Supply is back! Pembelian tiket Early Bird mulai 5-15 September 2009, akan mendapatkan discount 10% dan diundi untuk tiket meet & greet bersama Air Supply. Kirim Review Anda

Review

How I Sold 1000 CDs In 30 Days

Illustrasi Bagi yang pernah melihat acara “Kena deh..!” di  TV atau sering mendengar radio Hardrock FM Jakarta, tentu nama Pandji tidak akan asing di telinga Anda.

Lompatan-lompatannya di dunia entertainmen menarik untuk diperhatikan. Dan salut karena dia berani berkiprah di musik hip-hop yang tentu akan memerlukan ekstra kerja keras mengingat musik Indonesia sekarang sudah dikuasai oleh musik-musik pop.

Pandji cukup serius dengan albumnya ini, dan dia yakin dengan albumnya dan apa yang telah diperbuat dan dihasilkan sekarang adalah karena dorongan dari istrinya Gamila, yang mengingatkan dia supaya berkarya, tidak hanya bekerja. Ya, berkarya! Itulah poin utama Pandji membuat Album Provocative Proactive.

Dan karena menyukai musik hip-hop maka segala usaha akhirnya membuahkan hasil, dengan tidak mengikuti musik hip-hop yang sudah ada seperti Soul ID, Iwa K dll, Pandji bekerja sama dengan orang-orang di luar genre hip-hop, dan berhasil menggandeng Tompi dan Angga “Maliq n D’Essential” Puradiredja untuk masuk ke albumnya.

Ketika karya tersebut sudah terwujud, tentu Panji tidak tinggal diam, inovasi-inovasi marketing untuk pemasaran Albumnya yang didapat dari buku-buku marketing dari pakar-pakarnya segera menjadi “panduan” dalam gerakannya.

Seth Godin dan Malcolm Gladwell nama mereka ada di antara buku-buku yang menjadi inspirasinya. What next? Album Pandji memang akhirnya terjual dengan segala teori yang didapat dari buku-buku itu.

Tak ingin menyimpan sendiri keberhasilannya, Pandji membuat buku tentang proses penjualan CD-nya itu dengan judul How I Sold 1000 CDs In 30 Days.

Buku ini sebenarnya sudah ada dalam bentuk ebook yang bisa diunduh di blog-nya www.pandji.com, tapi versi bukunya lebih detil pembahasannya.

Buku ini, lebih banyak mengupas langkah-langkah yang terinspirasi dari buku-buku marketing yang terbagi menjadi 7 pokok bahasan:
1. Find a niche, terinspirasi dari buku karya Seth Godin yang berjudul Purple Cow,  membahas mengenai perbedaan dan keunikan membuat albumnya naik ke permukaan.
2. Learn from the outside! And the Box Office Methode, terinspirasi dari buku I Can Cre8 & Tipping Point karya Malcolm Gladwell. Mambahas mengenai keinginan untuk belajar dari dunia yang berbeda membawa ilmu baru bagi Pandji.
3. Trade up! Terinspirasi dari buku Treasure Hunt karya Michael J. Silverstein, membahas mengenai harga album Pandji yang relative mahal justru membawa keberuntungan.
4. Add Value! Terinspirasi dari buku Free Prize karya Seth Godin dan Fake Factors karya Sarah MC Cartney, membahas mengenai cara Pandji melawan pembajakan.
5. Tell a Story! Terinspirasi dari buku Marketers are Liars karya Seth Godin, mengenai cara Pandji memasarkan albumnya, tidak dengan iklan tapi dengan diomongin orang.
6. Involve The Market! Terinspirasi dari buku We are smarter than me, karya Barry Gilbert & John Spector and thousand of contributors. Berbicara mengenai keikutsertaan pembeli dalam proses bermusik sehingga memperkuat jaringan pembeli album Pandji.
7. Don’t make Hits! Terinspirasi dari Jay Z. Mengenai cara Pandji membuat orang mau membeli CD-nya.

Judul : How I Sold 1000 CDs In 30 Days
Penulis : Pandji Pragiwaksono
Ukuran : 13.5 x 17 cm
Tebal : 126 halaman
Terbit : Januari 2009
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cover : Soft Cover

Kirim Review Anda

Nama
Email
Telepon/HP
Review Anda